Jauhkan Zat Aditif dari Konsumsi Anak-Anak Hiperaktif

Jauhkan Zat Aditif dari Konsumsi Anak-Anak Hiperaktif

 

“Bahan pengawet dan zat aditif dalam makanan memiliki efek-efek merusak pada manusia baik termanifestasi dalam bentuk ADHD, kanker, gangguan neurologist, gangguan lambung dan berbagai penyakit kronis lainnya. “

 

Menghilangkan konsumsi zat pengawet dan pewarna dari makanan anak-anak hiperaktif perlu dipertimbangkan sebagai penanganan standard, tulis sebuah editorial di sebuah jurnal kesehatan the British Medical Journal.

Meskipun bukti subtstansial menunjukkan suatu kaitan dari attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan hiperaktivitas dalam bentuk kurang perhatian, dengan pewarna makanan dan zat pengawet makanan, menghilangkan konsumsi zat-zat ini tetap dipertimbangkan sebagai sebuah alternatif, lebih dari sebuah penanganan standar atas ADHD, tulis Andrew Kemp dari the University of Sydney.

Sebaliknya, di balik kurangnya bukti untuk keefektifannya, penggunaan pengobatan alternatif telah tersebar – lebih dari 50 persen anak-anak yang mendatangi rumah sakit anak di  Inggris dan Australia telah menggunakannya pada tahun terakhir ini.

Dari tiga penanganan utama untuk ADHD bagi anak-anak – obat-obatan, terapi perilaku, dan modifikasi konsumsi makanan – hanya obat-obatan dan modifikasi konsumsi makanan yang ditunjang dengan data-data dari beberapa pengujian. Terapi perilaku, yang tidak memiliki dasar-dasar bukti ilmiah, tetap dipandang perlu untuk “penanganan lengkap”, ulas Kemp.

Jadi mengapa, pertanyaan Kemp, selain bukti yang berlawanan, apakah dihilangkannya zat adiktif makanan tetap merupakan sebuah alternatif dan bukannya penanganan standard untuk ADHD?

Data yang diterbitkan dalam tahun 2007 menunjukkan bahwa anak-anak normal (bukan hiperaktif) secara signifikan menjadi lebih hiperaktif setelah makan suatu campuran dari pewarna makanan dan bahan pengawet (sodium benzoate), dengan implikasi nyata bagi anak-anak penderita ADHD.

Memperjelas penemuan ini, the European Food Safety Authority (EFSA) mengamati bukti yang mengaitkan bahan pengawet dan zat pewarna dengan perilaku hiperaktif dari 22 penelitian antara tahun 1975 hingga 1994 dan tambahan dua analisis-meta.

Enambelas dari penelitian ini dilaporkan memberikan efek-efek positif pada sedikitnya beberapa anak. Namun, EFSA menunjukkan bahwa hiperaktivitas telah memiliki sebab-sebab sosial dan biologis yang luas, dan secara eksklusif berfokus pada zat-zat makanan adiktif dapat “mengurani tersedianya penanganan lengkap” bagi anak-anak dengan gangguan perilaku tersebu. Tetapi Kemp berargumen, untuk memotong penambahan bukti dari faktor konsumsi makanan juga dapat mengerjakan hal ini.

Terjadi peningkatan jumlah anak yang minum obat hiperaktivitas — 2.4% dari anak-anak di negara bagian Australia. Menjauhkan zat pewarna dan pengawet sebagai intervensi alternatif yang tidak membahayakan, menjadikan suatu periode uji coba untuk menghapuskan bahan ini perlu dipikirkan sebagai sebuah penanganan standard, demikian disimpulkan Kemp.

Penelitian ini menunjukkan bahwa obat alternatif telah dikenal bertahun-tahun. Bahan pengawet dan zat aditif dalam makanan memiliki efek-efek merusak pada manusia baik termanifestasi dalam bentuk ADHD, kanker, gangguan neurologist, gangguan lambung dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Diadaptasi dari artikel “Remove Food Additives From Hyperactive Children’s Diets, Experts Suggest” oleh Leslee Dru Browning

———————————–

Roti beras kering “N_asiKriuk” Debbie berupaya mengurangi bahan kimia tambahan (chemical additives) yang dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui dan anak kecil. Di tengah marak-nya penyalah-gunaan bahan kimia tambahan, N_asiKriuk memberikan suatu pilihan roti tawar yang tidak menggunakan bahan kimia tambahan apapun, aman dikonsumsi siapa saja terutama ibu hamil, menyusui & anak kecil.

– Tanpa kimia pewarna / pemutih  > Warna asli

– Tanpa kimia pengawet           > Kering, tak perlu pengawet

– Tanpa kimia pengembang roti    > Dibuat dengan proses “pop”

– Tanpa kimia penguat rasa / MSG > Rasa original

– Tanpa kimia pemanis /& flavor  > Disajikan dgn topping2 sehat

Informasi mengenai roti beras kering atau rice cake “N_asiKriuk Debbie” dapat anda jumpai di Facebook “N_asiKriuk Debbie”.

              

N_asiKriuk Debbie bisa dijumpai di Jakarta:

– Supermarket Rezeki–H. Wuruk, Jkt & Karawachi; Ph: 021-3800182

– Toko Buah Total-Taman Palem Lestari; Ph: 021-5454545

– Club Sehat Jl. Cideng Barat 62B;     Ph: 021-91263363

– Club Sehat Jl. Pluit Sakti Raya 33;  Ph: 021-91300234

Atau dipesan melalui on line shop:  Sentra Camilan Nusantara,

http://www.sentracamilannusantara.com/      

Tentang susanavee8

A lovely person who loves healthy food and children.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s